Minggu, 26 Februari 2017

Anakku sembuh setelah 3 tahun perjuangan melawan Sembelit karena Hisprung Short

Aku menulis kisah ini agar bisa dibaca oleh ibu-ibu yang anaknya mengalami sembelit akut seperti anakku dulu. Awalnya anakku dulu, masalah BAB nya baik-baik saja. Aku selalu menuliskan perihal apapun tentang anakku, dari mulai dalam kandungan hingga lahir, sampai sekarang. Aku lihat kalau anakku tidak ada masalah dengan perutnya juga, apalagi dengan pola BAB nya. Tapi tiba-tiba saat umurnya 3 tahun (tepat sehari setelah ulang tahunnya yang ke-3) yaitu 25 Oktober 2013, dia mulai susah PUP dan pup nya pun keras. Waktu itu kita di Pekalongan selama seminggu dan dia belum PUP selama seminggu itu pula. Akhirnya aku pulang, untuk dibawa ke dokter di Solo. Di Pekalongan sempat dibawa ke dokter tapi tidak sembuh dan perutnya malah kembung. Anaknya sih tidak rewel tidak menangis, tapi aku yang bingung, biasanya paling lambat 2 hari sekali pup, ini kok sampai seminggu. 

Aku bawa ke dokter, dikasih obat tetesan Pisucon, diminum dengan diteteskan 10 tetes dalam air. Besoknya PUP yang keras itu akan melunak dan baru bisa BAB. Hal ini, terjadi hingga berminggu-minggu. Kemudian berbulan-bulan dari sejak Oktober 2013 sampai Januari 2014, aku kasih Pisucon kalau mau PUP, karena selalu tidak bisa PUP. Kebayang sumpeknya yah kita berdua. Belum lagi, anakku suka nahan pup, jadi begitu ada rasa kebelet semacam ditahan-tahan, mungkin trauma takut sakit. Aku sampai punya buku jadwal khusus mengatur PUPnya anakku. Aku atur jadwalnya supaya tidak terlalu mengganggu jadwal sekolahnya. Tapi ya tetep tidak bisa, karena kalau sudah mules itu anakku bisa seharian lemes perutnya mules dan ga mau aktivitas apa-apa jadi terpaksa sekolahnya banyak bolosnya. Untung sekolah anakku paham sudah tentang hal ini karena aku ya cerita ke guru-gurunya, bahkan juga minta bantuan agar bisa sama-sama membuat anakku tidak takut kalau rasa mules datang karena itu hal yang wajar kalau mau BAB. 

Sepanjang 2014 itu, selama seminggu sekali selalu mengandalkan Pisucon kalau mau PUP. Dan PUPnya bisa dihitung, seminggu 2 kali saja. Belum lagi, dia juga belum lulus toilet traning. Tahun 2014 itu dia awal-awal masuk sekolah PlayGrup, jadi sedikit demi sedikit toilet training agak sukses, tapi tidak dengan urusan PUP. Okelah bersabar lagi kita. Aku mencoba segala macam obat dari dokter dan tabib. Belum ada yang manjur. Kemudian dokter menyarankan untuk periksa Colon in Loop, jadi ususnya dicek, agar tau apakah ada masalah atau tidak. Dan ternyata, anakku Hisprung Short 2cm. Aku kaget. Aduh ... bukannya kalau Hisprung itu sudah bawaan dari bayi, lalu mengapa bisa muncul di saat umur 3 tahun? Dokternya tidak menjawab lain hal kecuali ya memang itu kelainan. Tapi beruntung cuma short, jadi kemungkinan tidak akan dioperasi. 

Mau visit dr. Rochadi di Djogja
Lama setelah terima hasil Lab Colon in Loop itu aku ga langsung cari di Google tentang Hisprung. Takut. Berpikirnya nanti kalau ini dan itu dan harus ini dan itu. Padahal ini anak masih kecil. Sedih dan bingung. Suatu hari, anakku susah pup sampai yang parah, yang harus minum Pisucon sehari sekali 15 tetes, dan masih belum pup dan hampir 10 hari. Waktu itu dia sakit demam dan radang, jadi bertumpuk-tumpuk rasa sumpek, hingga akhirnya aku memutuskan untuk Gooling tentang Hisprung. Aku membaca banyak laman dan forum tentang Mega Colon dan Hisprung, dari mulai jam 10 malam sampai jam 4 pagi. Akhirnya aku dapet no kontak penderita Hisprung yang sembuh karena konsumsi Daun Banci.

Januari tahun 2015, aku mulai treatment anakku dengan Daun Banci dan juga terapi sinar di dr. Rochadi di Yogyakarta. Aku juga mulai aktif di grup ibu-ibu dan bapak yang anaknya sakit Hisprung: Grup Daun Banci namanya. Tinggal cari atau klik di FB atau link yang aku tautkan. Kalau Googling tentang dr. Rochadi mungkin banyak hasilnya, alamatnya juga mudah di cari kok. Kliniknya di sebelah rumah sakit Mitra Husada. Lama aku terapi Daun Banci dan sinar ini setiap hari sabtu aku ke Djogja. Tapi kadang juga Senin subuh berangkat, kadang naik kereta dan kadang naik mobil. Aku bertiga sama anak-anak dan Ontinya. Subuh, berangkat, nyampe Djogja jam 7 pagi dan prakteknya jam 8. Kita biasanya jadi pasien pertama, langsung jam 9.00 pulang, dan nyampe Solo lagi jam 11.00.

Kemudian, aku denger cerita anaknya temenku yang tangannya patah dan sulit gerak, tapi sembuh syarafnya karena renang, aku pun ambil les renang untuk anakku. Jadi di umurnya yang 5,5 tahun aku suruh anaknya les renang. Dia memang senang renang dan main air, tapi takut sih kalau menyelam dalam air, jadi sekalian mengobatin syaraf mengejannya, aku mau atasi fobia menyelamnya dengan Les Renang. Seminggu dua kali dia renang, kalau ga ditemeni Pelatihnya, ya renang sendiri di kolam aku temeni dari pinggiran kolam. kira-kira 5 bulanan dia aktif olahraga renang, alhamdulillah, saat itu tepat di bulan Oktober 2016, dia bisa Pup sendiri tanpa obat pencahar dan sekarang, dia sembuh, mungkin PUP nya dua hari sekali, tapi sudah tidak tergantung obat.

Jadi dari mulai Oktober 2013 - Oktober 2016, dimana dia harus pake Pisucon atau Laxoberon kalau mau BAB, dia kini bebas dari obat-obatan. Alhamdulillah. Yang tadinya berat badan cuma main sekitar 16, 17, 18, sekarang sudah 19 dan 20. Ya Allah bersyukur kita semua padaMu, karenaMu lah aku bertemu dengan mba Aisyah yang pertama kali ngasih aku Daun Banci sebanyak-banyak sampai aku tanam di rumah dan tumbuh lebat. Juga dengan ayah bunda di Grup Daun Banci; kepada Guru-burunya di sekolah terutama Mr Jiyo dan Ms. Tata yang sudah telaten sama anakku: juga ke pak dr. Rochadi berkat nasehat dan kesabaran beliau menghadapi pertanyaan ibu-ibu yang mudah panik; kepada mas Deny "Si Manusia Ikan" pak pelatih renang kesayangan Suhaila, yang sudah sabar ngajarin Suhaila renang dari mulai takut air, takut kacamata renang, sekarang sudah gak takut lagi dan lebih luwes menghadapi air.

ini DAUN BANCI.
cara memasaknya sama seperti memasak bayam
Aku juga rutin konsultasi ke dr Endang di Solo, aku nanya apa ada sih anak-anak HIsprung yang sudah besar dan seperti apa mereka? Beliau bilang, banyak, ya ada yang sembuh dalam arti bisa berdamai dengan susah pup, tinggal ganti pola makan. Oleh dr. Rochadi, anakku harus makan PAPAYA tiap hari, padahal anaknya suka bosen kalau sama buah-buahan. Untungnya anaknya khan sudah sekolah, jadi makanan sehat yang masuk ke perutnya dengan bahagia itu full didapatkan di Sekolah, kalau mengandalkan rumah, duh jelas engga sip anaknya selalu ngeles dengan kata-kata: 'Aku malu makan sayuran kalau di rumah' WHAT??!!

Aku juga saling curhat sama ibu-ibu yang anaknya ada sakit Hisprung juga, dia cerita kalau ya memang masih kita awasi pola BAB anak, tapi kalau sudah SD sudah pinter atur pola BAB sendiri. Iya bener sih. Dulu anakku semacam engga paham PUP itu apa sih dan mengapa harus PUP. Sekarang, tepatnya ya kemaren di hari ulang tahunnya yang ke-6, itu aku ajak ngobrol dia, kalau pup jangan ditahan, dan harus bilang kapan perut mules mau pup langsung ke kamar mandi. Ya Allah alhamdulillah, besoknya itu dia bilang perut mules dan mau pup di kamar mandi. Ya Allah senengnya bukan main sampai mewek di kamar mandi aku. Anakku juga seneng. Semacam kemenangan. Engga peduli anak lain potty training lulus umur 18 bulan kek, 2 tahun kek, yang penting khan ya lulus, ntah kapan waktunya. Kalau mau bilang ku engga sukses ngurus potty anak, ya monggo, tapi ngadepin anak pup di bawah kontrol obat Pisucon, Laxoberon dan Microlac itu engga gampang. Terlebih lagi tiap anak punya tabiat yang berbeda menghadapi BAB, ada yang lari-lari ketakutan, ada yang sembunyi, dan lain-lain.

Setelah beres urusan potty training ini, dan anakku dah sip pola BAB nya aku engga lagi cek apakah Hisprung 2cm nya masih 'cacat' 2cm atau sudah sembuh total. Tes Colon in Loop itu bikin sedih. Anak dimasukin cairan dalam perutnya buat difoto rontgen apakah salurannya beres atau tidak. Tapi sedih lihatnya, engga tega. Wes engga usah pakai tes-tesan yang jelas anakku sekarang dah paham tidak usah lagi menahan PUP keluar karena kalau makannya sehat-sehat sayuran dan buah-buahan bakal lancar urusan BABnya. Alhamdulillah Ya Rabb!! (^_^)

Jadi buat ayahbunda yang anaknya menderita Hisprung jangan putus asa. Coba bergabung dengan Grup Daun Banci yang kusebutkan di atas, trus coba ke dr, Rochadi (Djogja), karena beliau ahli Hisprung pada anak dan dokternya luar biasa sabar, plus RENANG. Aduh aku merasakan manfaatnya renang pada anak ya ini nih ternyata. Bukan cuma baik untuk kesehatan pernafasan, tapi bagus buat syaraf-syaraf pertumbuhan yang lain. Jangan takut kalau anak pilek banyak dan ringan obatnya. Tapi kalau dah sembelit, Allah Kareem .... sedih lihatnya. Jadi, mari sama-sama berbagi. Semoga bermanfaat. See you there! []

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar