Selasa, 07 Februari 2017

Yay! Sekarang dia punya teman imajinasi?

Suhaila dan Kogan HD
Sepulang sekolah tadi, Haila kujemput sambil bawa pulang 'teman imajinasi'-nya yang sepertinya baru dibuat hari ini. Karena tadi pagi dia engga bilang apa-apa, kok pulang sekolah dia bilang punya 'invisible friend' ... gayanya bukan main, nyebutnya 'invisible' ... like WHAT?!?

ku cek akun youtube dia, penasaran dia habis lihat apa sih: ternyata engga nonton apa-apa kecuali review game MineCraft, jadi darimana dia dapet ide seperti itu?

Trus dia ingetin tentang film Charlie and Lola. Aku suka banget film ini, dia dulu juga sempet suka film ini, tiada hari dan jam terlewat jadwal untuk film yang satu ini. Film ini bercerita tentang petualangan keseharian Charlie -- kakak laki-laki dari Lola. Lola ini anaknya punya imajinasi tinggi, dan punya teman imajinasi pula nama Soren Lorensen. Jadi ternyata dia engga awam tentang 'teman imajinasi' plus beberapa kali ku juga sering suruh Haila main sendirian atau pura-pura ada teman, saat ku sedang sibuk dan tidak bisa menemani dia main. Tapi itu dulu, sebelum Haila ada adiknya, Habiba, jadi mungkin sekitar umur 4tahunan. Jadi pengetahuan tentang teman imajinasi yang invisible tadi lumayan banyak ya. Tapi benarkah itu cuma 'teman imajinasi' khayalan dia ataukah dia menciptakan Tulpa di usia yang muda, atau tengah dibuntutin sesuatu? hohohoho


  1. Suhaila termasuk anak yang penakut sejak kosa kata SETAN ia kenal. Heran. Padahal ku engga pernah kenalin dia tentang hantu dan teman-temannya. Setelah bisa cari info sendiri dan lihat film macam-macam dan teman yang bermacam-macam, maka nambahlah itu pengetahuan tentang Hantu. Jadi, kalau temen imajinasi itu adalah lelembut, sudah pasti tidak mungkin. Suhaila bukan anak yang peka yang bisa 'melihat' sesuatu, dulu saat ku seusia dia, ku dah lihat macam-macam dan sampai ngeluh ke mamaku kalau aku takut, jadi sampai sekarang Haila belum mengeluh berarti alhamdulillah sukses harapanku agar anak-anak engga usah dikasih kemampuan untuk melihat hal-hal yang harusnya tak dilihat. He he he 
  2. Apakah 'invisible friend' tadi itu Tulpa? Sepertinya bukan atau belum karena siang tadi dia masih bawa itu 'teman' kemana-mana, tapi kuamati sorenya kok sudah hilang. Sudah engga diajak bermain atau ngobrol, bahkan namanya aja dia engga tahu dan dia bilangnya, 'engga usah pake nama' ha ha ha saklek banget ni bocah. 
  3. Jadi, mungkin itu hanyalah teman bermain sesaat saja. Saat tidak dibutuhkan, karena belum ada nama dan tidak ter-attach, Haila mudah melupakan, Kalau kuingatkan sih pasti dia inget lagi, cuma yakin deh nanti tergantung mood dia, kalau dia mood bermain dengan 'invisible friend' baru dia main, kalau engga dia tetap berburu 'visible friend' untuk bermain. 


'Teman' yang begini nih cepat datang dan cepat perginya tergantung anaknya. Jadi tidak perlu banyak kuatir. Terus terang ku malah suka kalau 'Teman Imajinasi' ini menetap lebih lama, dia bisa membuat Haila 'bergelombang'. Selama ini Haila anak yang lurus, jadi kalau ada teman semacam Soren Lorensen tadi akan bikin dia makin kreatif dan tidak tergantung dengan teman. Jika teman-temannya di sekolah sudah sibuk bermain dengan ganknya, dia bisa dengan mudahnya untuk tidak terlalu sedih dan segera mengajak Soren Lorensen dia berpetualang. Dengan begitu, tidak akan mudah kecewa, takut, sedih ataupun merasa sendiri. Toh masih kecil dia hehehe ... []

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar