Selasa, 28 Februari 2017

Seperti biasa mba Aida ... Espresso khan? (^_^)

Beberapa tahun yang lalu, sebutlah seseorang dengan Initial X. Dia sering banget menulis banyak hal di status Facebooknya. Banyak sekali hal yang dia utarakan dan semuanya berisi bahasan yang sedang 'marak dibicarakan' jadi tidak mungkin tulisannya tidak up-to-date; aku langsung tambahkan dia dalam pertemananku, terlebih lagi dia adalah pecinta Kopi, jadi, tidak ada alasan untuk tidak menambahkan Initial X sebagai teman media sosial. 

Hingga saat salah satu tulisannya menyinggung tentang paham tertentu tapi sentilannya kurang elegan, menurutku. Dan tidak cuma sekali dua kali, tapi beberapa kali. Duh ... sudah engga nyaman. Aku punya beberapa teman dari berbagai ajaran agama, dan berbagai macam madzab Islam, jadi amat sangat sedih kalau tiap hari aku harus disuguhin dengan tulisan yang selalu berapi-api tapi bukan menyulut semangat pemersatu bangsa melainkan api kebencian. Akhirnya dengan berat hati aku melepas ikatan pertemanan. Buat dia sih engga ada 'rasa' dia kulepas, siapa sih 'saya' ... karena tak lama berselang dia makin kondang dan melahirkan buku, dan mulai sibuk untuk isi acara di sana-sini. Ya Alhamdulillah kalau banyak yang suka dengan tulisan dia. Tapi kalau ini menandakan banyak orang yang suka tulisan yang menyebar api kebencian daripada semangat kesatuan, aku jadi sedih. Sedih sendirian sih biasanya karena yang lain sepertinya baik-baik saja ha ha ha 

'Seperti biasa, Aida. Sepi sendiri di tepian ... iya khan?'
Jika suatu saat kita bertemu, kita akan baik-baik saja, karena diantara orang-orang yang ruwet di medsos, biasanya lumer kalau ada kafein ha ha ha. Selamat malam, selamat menikmati sisa kopi di cangkir masing-masing ✌



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar