Rabu, 22 Februari 2017

Spirit dalam Serial Drama Korea GOBLIN. Ya! Spiritualitasnya ... spirit juga khan? :)


Awal lihat film ini sekitar awal-awal bulan Januari 2017, sebagai salah satu dari banyak hal baik yang terjadi selepas Desember 2016 karena film ini menceritakan hal-hal yang sarat pasal spiritual, meski dikemas dengan sesuatu yang romantis. Judulnya lebih dikenal dengan GOBLIN bisa dicek di link yang kutautkan. Ku tidak pernah mengulas tentang Drama Korea, bahkan Jang Geum, Full House dan Winter Sonata pun kulewatkan begitu saja dan tidak kutulis, cuma sekali dua kali tersebut dalam buku harianku. 

Bicara tentang film tak luput dari background music-nya, dan film ini punya musik yang bagus-bagus. Tapi memang sih kalau film-film Anime Jepang, Drama Jepang dan Korea, musiknya bagus-bagus. Mereka itu menggarapnya dengan sangat serius. Musik punya peranan penting dalam sebuah film. Eh salah! ku RALAT! musik adalah hal PENTING karena dia juga background music kehidupan kita. Pernah khan merasa kita jala dan melangkah, atau melakukan sesuatu dan merasa seperti ada musik yang melatari itu semua. Terlebih kalau musik-musiknya sedih dan nada minor semua =) 

okay, kita mulai:

Tentang Malaikat Pencabut Nyawa

Dalam film ini, Grim Reaper, pencabut nyawanya dimainkan oleh Lee Dong Wook, sebagai tokoh yang kusukai. Perannya sebagai Malaikat Maut sangat unik, memberikan gambaran yang berbeda dengan yang kita pahami seperti apa tugas yang tidak terbayangkan, apakah seperti saat kita menginjak semut, mencabut nyawa saat itu dan selesai? Jangan terbawa suasana dan emosi dulu, bukan meremehkan, tapi mengajak kita mengenali pemikiran seseorang, tentang Malaikat Maut yang mereka bayangkan (pemikiran penulis ceritanya). Jadi begini, Wan Yeo atau 'Lee Dong Wook' ini saat ada yang meninggal, dia akan datang di dekat mereka, kemudian menanyakan identitasnya, lebih tepatnya mengkonfirmasi, jika sudah terkonfirmasi, orang  yang meninggal itu akan ikut dengannya untuk diceritakan kisahnya mengapa bisa meninggal dan apakah yang terjadi selanjutnya. Kemudian mereka akan disuguhkan dengan secangkir teh, yang bisa menghapus segala kenangan saat hidup, agar kelak, hidup kembali, lupa dengan kehidupan masa lalunya. Tapi ada juga yang tidak disuguhi minum teh sebagai hukuman agar dia lahir kembali dan mengingat dosa yang diperbuat dan jika dalam kehidupan selanjutnya masih saja belum taubat akan diberikan 4 kali kehidupan, jika masih belum nggenah  maka tidak akan bertemu dengan sang Pencipta dan menyatu bersamaNya, tapi akan masuk neraka, selamanya! 
Ketika seseorang disuguhi teh oleh Malaikat Maut ini, bisa memilih untuk tidak meminumnya, tapi harus bisa mengatasi memori kehidupan di masa lalunya, yang mungkin bisa menyakitkan dan menyedihkan. Maka itu ada istilah Past Life Regression, saat seseorang ingat dengan kenangan kehidupan masa lalu. Seperti cuplikan di atas: "You have to remember all the bad deeds you did!", saat itu Malaikat Maut tidak menyuguhkan teh kepada seorang pria yang bejat, yang pernah melakukan tabrak lari beberapa kali. Kemudian lelaki itu mohon ampun agar diberikan teh agar tidak lahir kembali dengan kenangan buruk, tapi jawabnya: "Itu bukan wewenangku. Boss ku yang punya kuasa. Dan dia sangat temperamental" ... sebenarnya ini cuma guyonan  aja cuma menggambarkan bahwa itu diluar kuasa dia dan cuma Dia yang punya kuasa, tapi jangan usik Dia, 

Aneh tapi Cantik

Ada dalam dialognya, kalau tokoh utama, Sang Goblin yang dimainkan oleh Gong Yoo digambarkan sebagai sosok Aneh tapi Cantik -- sama halnya dengan filmnya. Dibayangan awal kukira Goblin itu hijau tapi ini mengapa jadi putih abu-abu dan muncul saat Hujan dan romantis. Ha ha ha ha. Keseluruhan cerita drama ini tentang Kematian, tapi dikemas menjadi tidak mengerikan, meski pilu ya. Ini Drama Korea pertama yang temanya gelap, melankolis, fairy-tale, spiritualnya tinggi dan tidak tuntas! Karena sampai sekarang meski sudah lihat dua kali, masih suka lihat lagi. Seperti masih ada yang harus disimpan, apakah itu foto-foto Dong Wook atau kata-katanya yang nempel di kepala, dan sesekali bikin nyengsek seperti: "Dalam kamus Malaikat Maut, luput dari kematian itu, bukan keajaiban seperti yang sering dikatakan manusia, tapi merupakan tugas yang belum selesai karena rohnya tersesat dan masih harus diselesaikan" ... memang Kim Eun Sook (penulis ceritanya) top! Kalau aku ceritakan semuanya nanti nonton filmnya jadi kurang kaget, jadi aku petik sedikit-sedikit saja. 



Lihat filmnya di Youtube kalau masih beruntung belum di delete, ada 16 episode saja kok ... tidak panjang. 



Manusia Mati Beberapa Kali

Pertama, ku bukan mau mainan tafsir, cuma saat lihat film GOBLIN ini, ku jadi ingat dengan ayat dalam Kitab Suci tentang manusia mati beberapa kali. Kalau di Al-Quran, disebut, manusia mati dua kali. Di film Goblin ini, tersebut bahwa manusia mati 4 kali. Aku lupa di episode berapa. Tapi seperti ini kata-katanya (ku ambil dalam kolom terjemahan di filmnya): "Humans have four lives: a life of planting seeds, a life of watering the seeds, a life of harvesting and a life of cherishing the harvest." 

Allah Ta’ala berfirman,
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا يُنَادَوْنَ لَمَقْتُ اللَّهِ أَكْبَرُ مِنْ مَقْتِكُمْ أَنْفُسَكُمْ إِذْ تُدْعَوْنَ إِلَى الْإِيمَانِ فَتَكْفُرُونَ, قَالُوا رَبَّنَا أَمَتَّنَا اثْنَتَيْنِ وَأَحْيَيْتَنَا اثْنَتَيْنِ فَاعْتَرَفْنَا بِذُنُوبِنَا فَهَلْ إِلَى خُرُوجٍ مِنْ سَبِيلٍ
Sesungguhnya orang-orang yang kafir diserukan kepada mereka (pada hari kiamat): “Sesungguhnya kebencian Allah (kepadamu) lebih besar daripada kebencianmu kepada dirimu sendiri karena kamu diseru untuk beriman lalu kamu kafir”. Mereka menjawab: “Ya Tuhan kami Engkau telah mematikan kami dua kali dan telah menghidupkan kami dua kali (pula), lalu kami mengakui dosa-dosa kami. Maka adakah sesuatu jalan (bagi kami) untuk keluar (dari neraka)?” (QS. Al Mu’min [40]: 11)
dan ... ayat ini serupa dengan ayat,
كَيْفَ تَكْفُرُونَ بِاللَّهِ وَكُنْتُمْ أَمْوَاتًا فَأَحْيَاكُمْ ثُمَّ يُمِيتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيكُمْ ثُمَّ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ
“Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan?” (QS. Al Baqarah [2]: 28)

Setelah baca ayat di atas, balik baca ini: 
"Humans have four lives: a life of planting seeds, a life of watering the seeds, a life of harvesting and a life of cherishing the harvest." 


Ku engga mau bahas masalah definisi KAFIR di sini yah, karena KUFUR Nikmat itu juga kafir. Jadi pakai ini saja kalau sedang bahas tema kafir. Biar tentram. 


Aku inget di episode terakhir film ini, kalau tidak salah ada orang yang sudah berkali-kali reinkarnasi dan menyelesaikan tugasnya dengan baik dan akhirnya naik tangga dan menjalani kehidupan yang menyenangkan bersamaNya. Okay apakah itu masuk surga atau berada di sisiNya, menyatu dengan Nya atau apa sajalah nama dan konsepnya dalam dunia spiritual dan agama, tapi intinya, manusia memang punya gambaran akan kehidupan masa lalu demi masa depan. Apa aku sedang promosi konsep Reinkarnasi, Tidak, sama sekali tidak. Buat yang mau percaya, silakan. Buat yang tidak, juga tak mengapa. Kira berageman itu khan jalan sendiri-sendiri dengan pilihan jalan kita masing-masing. 

Jadi, kalau dalam film ini, ketika manusia mati untuk pertama kalinya, maka ia akan punya 3 kali kesempatan.  Jika menggunakan kesempatan dalam kebaikan, ia akan lahir lagi dengan tugasnya selanjutnya hingga agar kematian yang terakhir bisa benar-benar berpulang. Aku tidak akan ngobrol tentang Reinkarnasi dalam Islam. Itu hal yang tidak usah dibahas berkali-kali. Googling aja tentang hal itu sudah banyak dibahas, tapi kalau perasaan ku tentang Reinkarnasi mungkin engga banyak yang membahas. Hahaha .. siapa pula yang mau membahas. Eh tapi aku punya kisah tentang itu. Aku pernah menuliskannya dulu di Multiply, ntah hilang kemana sekarang, filenya luput tidak kusimpan dan Multiply sudah tidak ada lagi. 

Belum lama aku menemukan sebuah gambar, yang membuatku teringat akan kisah pengalaman regresi masa laluku. Aku menuliskannya di sini: Pengalaman Regresi Masa Lalu (Naik Ayunan di Atas Kolam) dan ada beberapa lagi kisah masa lalu ku cuma belum tega aja membaginya di sini lagi. Mungkin nanti jika nemu BGM (background music) yang bagus, tulisan akan lahir mengalir dengan sendirinya :) 


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar